MAKNA
SEORANG IBU BAGIKU
Kasih
sayang ibu dikenang sepanjang masa
Ibu
adalah wanita yang paling berjasa dalam hidup seorang anak dimanapun berada
termasuk kita. Amat besarnya kasih saying ibu untuk anaknya, tak mungkin dapat
kita bayangkan dan perumpamaan seindah apapun mungkin tak akan sebanding dengan
realita kasih sayang yang mereka berikan dengan tulus kepada kita. Pada
kesempatan ini, izinkan saya untuk sedikit mengulsa tentang besarnya kasih
seorang ibu bagi anak-anaknya.
Sekilas tentang ibu
Mungkin
kita pernah mendengar berita atau kisah seorang ibu yang tega menyakiti atau
bahkan membunuh anaknya sendiri. Tapi pastilah kita jauh lebih sering lagi
mendengar atau menbaca kisah-kisah tentang besarnya kasih sayang seorang ibu.
Atau tidak lah usah kita melihat jauh terhadap kisah yang dialami oleh orang
lain yang ditulis dalam buku-buku sejarah atau dicetak menjadi sebuah novel
yang mahal, bukankah kita sendiri mempunyai dan cukup mengenal seorang wanita
yang pernah kesakitan saat melahirkan anaknya, yaitu “KITA”.
Ibu adalah ia yang tak akan tega melihat atau menyaksikan anaknya menderita. Mungkin jika diberikan pilihan kepadanya antara hidup dan kematian yang sangat menentukan, ia akan memilih mati agar kita sebagai anaknya tegap hidup. Mungkin kita tidak lagi ingat ketika ibu kita dengan sangat rela membersihkan kotoran kita saat kita balita, ia yang dengan sabar menyuapi kita saat kita rewel atau yang dengan sabar menunggu malam agar cepat berlalu ketika kita terbaring sakit dengan matanya yang sayu karena tidak tidur mengkhawatirkan kita. Lantas, sudahkah kita ingat ia ketika kita dewasa?
Memang terkadang akan ada saja kekesalan yang akan dirasakan oleh seorang anak dengan berbagai alasan karena orang tua nya. Mungkin kita pernah merasa tidak dihargai, atau tidak disayangi karena ibu kita lebih menyangi saudara kita sendiri yang memiliki kelebihan dibandingkan kita atau memang ibu kita lebih menyimpan simpati dan kasih sayang nya kepada saudara yang lain. Mungkin perasaan ini masih ada sampai kita dewasa, jika memang ia sadarkah kita, bahwa kita telah menghilangkan satu poin penting yang sangat berharga dalam hidup kita, yaitu tuntuan kita sebagai seroang anak adalah senantiasa berbakti kepada orang tua kita termasuk dalam hal ini seorang ibu. Jika kita merasa tidak disayangi, bukankah banyak orang yang merasa tidak disayangi padalah ia adalah orang yang paling diperhatikan pada kenyataannya. Jadi semua berawal dari rasa tidak terima kita..
Tidak mudah memang terkadang membina hubungan yang baik dengan seorang ibu. Seorang anak yang telah beranjak dewasa, ia lebih sering melupakan ibu dan bapaknya. Malah sering kita dengar ada anak perempuan yang gemar sekali memusuhi ibu yang seharusnya ia hormati. Jika kita adalah anak laki-laki, mungkin kita adalah yang termasuk anak yang sering jauh dan jarang bertemu dengan ibu kita karena kesibukan yang tak memberikan waktu luang sedikitpun walau hanya untuk menghubunginya via telpon.
Kasih sayang ibu sepanjang masa
Jika
dihadapkan padanya antara hidup dan kematian, pastilah ia akan memilih mati
agar kita tetap hidup
Rasanya
tidak terlalu berlebihan kalimat tersebut untuk menggambarkan betapa besar
kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, yaitu “kita”. Seorang ibu adalah ia
yang telah berjuang dengan gigih saat melahirkan kita, pastinya kita tak akan
ingat ketika ia dengan rela hati membawa kita kemanapun ia pergi saat kita
dalam kandungannya lebih kurang selama 9 bulan lamanya.
Begitu
indahnya gambaran kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya.
Ia memberikan apapun agar anaknya hidup layak dan bahagia. Apakah kita berfikir
ketika ia berikan segalanya untuk kita, ia curahkan semua perhatiannya untuk
memikirkan kebutuhan kita, sang ibu mengharapkan balasan kita? Sama sekali
tidak, jikapun ada ibu yang terkadang meminta sekedar kebutuhannya itupun tidak
seberapa, dan itu memang kewajiban kita sebagai seorang anak. Pernahkah kita
mendengar dalam ajaran Islam yang mulia, bahwa semua harta yang kita miliki
adalah hak orang tua kita?
Kasih sayang ibu memang tidak terbatas. Mungkin bagi sebagian kita yang telah merasakannya dan ada yang sama sekali tidak sadar akan besarnya kasih sayang seorang yang mulia ini. Masih ingatkah kita saat kita masih seorang bocah nakal yang sering kali merepotkannya, ia mungkin marah, tapi bukan berarti itu dapat mengurangi kasih sayang nya kepada kita. Ia marah karena kita melakukan sesuatu yang salah, adalah salah satu bukti bahwa ia sedang menyayangi anaknya.
Kasih sayang ibu tidak mungkin dapat kita bayar sampai kapanpun, ia adalah hutang yang tak mungkin pula dapat kita lunasi sampai kita mati. Saat kia dalam kandunganya, ia adalah yang paling merasakan kesusahan karena kita. Tidur tidak nyenyak, kemana-mana berjalan dengan perut yang berat, tidak boleh makan ini dan itu serta tak jarang harus makan makanan yang tidak ia sukai.
Pada
saat melahirkan tiba, penderitaan ibu untuk memperjuangkan kelangsungan hidup
kita harus dilaluinya. Saat seorang ibu melahirkan anaknya, merupakan saat-saat
ketika ia harus berhadapan dengan keadaan yang mengancam jiwanya untuk
melahirkan kita. Ia harus menghadapi kesakitan yang luarbiasa agar kita lahir
kedunia.
Pada saat anak masih bayi, penderitaan ibu belum selesai. Setiap malam harus bangun untuk mengganti popok, menyusui, dan menidurkan si bayi. Belum juga terlelap lama, jika si kecil bangun, maka ibu harus ikut bangun untuk melayani kebutuhan si kecil. Begitu seterusnya hingga anak dapat hidup mandiri. Bahkan, ketika anak sudah besar dan mandiri-pun kasih sayang ibu tidak pernah surut atau berkurang. Mereka tetap menyayangi anak-anaknya, melalui cucu- cucunya.
Seorang ibu malakukan semua itu dengan penuh kasih sayang tanpa disertai harapan mendapat balasan. Seorang ibu adalah ia yang senang ketika kita senang, ia akan sedih ketika kita mendapatkan kesusahan. Jika kita sakit, ia adalah orang yang paling mengkhawatirkan kita. Itulah diantara kasih sayang ibu terhadap anak-anaknya.
Ibu yang Mustajab Doanya
Didalam
Islam, salah satu doa yang dikatakan Mustajab adalah doa dari
seorang ibu. Ia adalah orang yang berdoa tanpa mengharapkan balasan dari
anaknya. Oleh karena itu, jika kita mengharapkan keberhasilan dan kebaikan
senantiasa menyertai kita dimanapun dan apapun usaha yang kita lakukan, maka
mintalah doa serta restu dari ibu kita jika memang ia masih ada. Tatkala kita
mendapatka restu serta doanya, maka itu adalah peluang serta asset berharga
yang kita punya.
Sebaliknya, jangan sekali-kali kita menyakiti hadi seoang ibu. Jika seoang ibu telah murka karena kedurhakaan yang dilakukan oleh anaknya, maka tatkala ia berdoa keburukan untuk anaknya karena kedurhakaan sang anak kepadanya, maka ini adalah mala petaka yang sangat mengerikan yang tidak bisa kita bayangkan akibatnya. Semoga kita bukan termasuk anak-anak yang durhaka kepada orang tua kita.
Benarkah Surga itu ada Ditelapak kaki ibu
Sering
kali kita mendengar kata ini, “Suraga ada ditelapak kaki ibu” benarkah itu?
Mengenai ungkapan ini disarkan kepada hadis yang berkaitan denganbirul walidain.
Meskipun ada beberapa yang mengatakannya lemah dan palsu, akan tetapi ada juga
hadis yang menyatakan derajatnya pada hadits yang lain hasan. Terlepas dari
perselisihan tersebut, (walalohua’lam) jika dilihat dari segi makna tidak lah
salah karena besarnya kasih sayang seorang ibu dan begitu tinggi kedudukan
seorang ibu bagi kita.
Kaki adalah organ tubuh yang paling rendah bagi manusia, artinya kita harus senantiasa merendahkan diri kita tatkala kita didepan ibu dan ayah kita. Melembutkan suara saat berkata dan tidak membentak keduanya. Bahkan dalam Al Quran dijelaskan pula, bahwa seorang anak bukan hanya tidak diperbolehkan membentak kedua orang tuanya, bahkan ia tidak boleh mengucapkan perkataan “ah” sekalipun tatkala salah satu atau kedua orang tuanya memerintahkan sesuatu selain bermaksiat kepada Alloh.
Oleh karena itu, jika kita inginkan kebahagiaan dunia maupun di akherat, maka hendaklah kita senantiasa memperhatikan sikap kita kepda ibu dan ayah kita. Kasih sayang seorang ibu dan seoang ayah, adalah keniscaaan yang tak dapat kita baikan. Jikapun Alloh takdirkan kita tak sempat lama bersama mereka, kita masih bisa panjatkan doa atau bersedekah untuk keduanya. Semoga dengan banyaknya kita berdoa atau bersedekah yang kita tujukan untuk mereka, hal ini akan menjadi penolong mereka dan meringankan beban ibu dan ayah kita diakherat kelak. Wallohua’lam.
(Inspirasi
kerangka artikel dari: http://anneahira.com









0 comments:
Post a Comment